Sejak berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, wajah perizinan berusaha di Indonesia berubah total. Jika dulu kita mengenal istilah “Izin Usaha” yang sifatnya seragam untuk semua jenis bisnis, kini pemerintah menerapkan sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Di sini sertifikat standar menjadi sangat penting untuk keberlangsungan izin pendirian PT para pelaku bisnis.
Kalau Anda yang sedang mengurus legalitas melalui sistem OSS RBA (Risk-Based Approach), memahami peran dokumen ini sama dengan menggenggam kunci agar bisnis Anda punya NIB dan sah secara operasional. Mari kita bedah agar Anda tidak bingung saat melihat dasbor OSS Anda.
Fungsi Sertifikat Standar dalam Menjamin Standar Usaha
Apa sebenarnya sertifikat standar itu? Secara sederhana, dokumen itu adalah pernyataan atau bukti bahwa pelaku usaha telah berkomitmen dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah untuk menjalankan kegiatannya.
Setiap bidang usaha (KBLI) berdasarkan regulasi terbaru memiliki standar usaha yang berbeda-beda. Misalnya, standar untuk bisnis hotel tentu berbeda dengan standar untuk industri makanan atau jasa konstruksi.
Jadi, dokumen itu berfungsi untuk:
1. Menjamin Kualitas
Memastikan produk atau jasa yang Anda tawarkan aman dan sesuai dengan regulasi teknis kementerian terkait.
2. Legalitas Operasional
Untuk kategori usaha dengan risiko Menengah Rendah dan Menengah Tinggi, NIB saja belum cukup. Sertifikat standar inilah yang menjadi “lampu hijau” untuk mulai melakukan kegiatan komersial.
Alur Verifikasi OSS dan Pemenuhan Komitmen Usaha
Salah satu hal yang sering membuat pemilik bisnis panik adalah munculnya status “Sertifikat Standar: Belum Terverifikasi” di dasbor OSS setelah mereka selesai melakukan pendaftaran. Tenang, ini adalah hal yang normal.
1. Tahap Munculnya Sertifikat Standar
Pada awal pendaftaran, sistem OSS akan menerbitkan Sertifikat Standar secara otomatis. Namun, statusnya masih berupa “pernyataan mandiri” (self-declaration). Artinya, Anda berjanji bahwa usaha Anda akan memenuhi standar yang berlaku.
2. Proses Verifikasi OSS
Setelah sertifikat keluar dengan status belum terverifikasi, pemerintah (baik di tingkat pusat melalui kementerian atau daerah melalui DPMPTSP) akan melakukan verifikasi OSS. Verifikasi itu bisa berupa pengecekan dokumen secara daring atau kunjungan lapangan untuk memastikan bahwa standar usaha yang dijanjikan benar-benar diterapkan.
3. Pemenuhan Komitmen Usaha
Agar statusnya berubah menjadi “Terverifikasi”, pelaku usaha harus segera menyelesaikan komitmen usaha. Bisa berupa pemenuhan standar lingkungan (SPPL/UKL-UPL), sertifikasi produk, hingga persyaratan teknis spesifik lainnya. Jika komitmen itu belum selesai dalam jangka waktu tertentu, izin Anda berisiko dicabut secara otomatis oleh sistem.
Sertifikat Standar sebagai Pengganti Izin Komersial Terdahulu
Dulu, kita mengenal banyak sekali jenis Izin Komersial atau izin operasional yang harus diurus satu per satu ke berbagai meja birokrasi. Kehadiran Sertifikat Standar bertujuan untuk merampingkan proses tersebut.
Dokumen tersebut menjadi bukti tunggal bahwa usaha Anda sudah memenuhi aspek legalitas sekaligus aspek teknis. Namun, perlu Anda ingat bahwa status risiko usaha Anda sangat menentukan.
1. Risiko Menengah Rendah
Cukup menggunakan Sertifikat Standar self-declaration (langsung berlaku untuk operasional).
2. Risiko Menengah Tinggi
Sertifikat Standar harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi terkait sebelum Anda diperbolehkan melakukan kegiatan komersial/penjualan.
Jangan menganggap remeh proses verifikasi tersebut. Jika Anda tetap menjalankan aktivitas komersial sementara status perizinan Anda masih tertahan di tahap “Belum Terverifikasi”, perusahaan Anda bisa terkena sanksi administratif, mulai dari teguran hingga pembekuan akun OSS.
Mengurus perizinan di era digital memang lebih cepat, namun membutuhkan ketelitian ekstra dalam memantau setiap tahapan di sistem OSS. Sertifikat standar adalah jembatan yang menghubungkan identitas bisnis Anda (NIB) dengan legalitas operasional yang sah di mata hukum.
Pastikan Anda selalu memeriksa kolom “Pemenuhan Persyaratan” di dasbor OSS untuk melihat apakah ada komitmen yang belum terpenuhi.
Jika Anda merasa proses verifikasi OSS usaha Anda terasa lambat atau bingung bagaimana cara menyusun dokumen standar usaha yang benar, tim ahli kami di ownernations.id siap membantu mendampingi proses legalitas Anda hingga tuntas dan terverifikasi sepenuhnya.